Welcome To My Blog

Kamis, 11 Juli 2013

EXO Member Profile

careless.. careless shoot anonymous anonymous.. eh salah, geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~ 
Annyeong all, mau post profil member exo nih.. maaf kayanya si lumayan telat mengingat mereka debut udah dari tahun 2012, tapi its okay ya guys? hehehe i love them more than everythiinngg xD  EXO terbagi menjadi subgrup EXO-K dan EXO-M tapi bagaimanapun juga mereka tetap satu! WE ARE ONE! yaudah, check it out ^^


EXO-K

1. SUHO
Nama : Kim Joon Myun
Hangul :김준면
Hanja :金俊綿
Nama Panggung : Su Ho (수호)
Tanggal Lahir : 22 Mei 1991

Tempat Lahir : Seoul, Korea Selatan
Tinggi : 173 cm  
Gol. Darah : AB
Posisi : Leader dan Lead Vocalist
Keahlian : Akting dan Golf






Casting tahun : 2006 di SM Casting System
Diperkenalkan sebagai EXO : 15 Febuari 2012

Fans Name : Aquatics










2. BAEKHYUN

Nama : Byun Baek Hyun
Hangul :변백현
Hanja :卞白賢
Nama Panggung : Baek Hyun (백현)
Super Power (Badge): Light (Sun) 
Tanggal Lahir : 06 Mei 1992
Tempat Lahir : Bucheon, Gyeonggi Province, South Korea 
Tinggi : 174 cm
Gol. Darah : O 
Posisi : Main Vocalist
Keahlian : Hapkido dan Piano
Casting tahun : 2011di SM Casting System 
Diperkenalkan sebagai EXO : 30Januari 2012




Fans Name : Shiners (I'm Shiner hehehe ^^)








3. CHANYEOL


Nama : Park Chan Yeol
Hangul :박찬열
Hanja :朴燦烈
Nama Panggung : Chan Yeol (찬열)
Super Power (Badge): Flame (Phoenix)
Tanggal Lahir : 27 November 1992
Tempat Lahir : Seoul, South Korea
Tinggi : 185 cm
Gol. Darah : A
Anggota Keluarga : Ayah, Ibu dan Kakak
Posisi : Main Rapper, Vocalist
Keahlian : Instrument (Guitar, Drum, Bass, African Drum), Rap, Acting
Casting tahun : 2008 di SM Casting System
Diperkenalkan sebagai EXO : 23 Februari 2012
Fans Name : Pyromaniacs (I'm Pyromaniac too hehehe)


4. D.O
Nama : Do Kyung Soo
Hangul :도경수
Hanja :度慶洙
Nama Panggung : D.O. (디오)
Super Power (Badge): Earth
Tanggal Lahir : 12 Januari 1993
Tempat Lahir : Goyang, Gyeonggi Province, South Korea
Tinggi : 173 cm
Gol. Darah : A
Posisi : Main Vocalist
Keahlian : Singing, Beatbox
Casting tahun : 2010 di SM Casting System
Diperkenalkan sebagai EXO : 30 Januari 2012

Fans Name : Earthlings






5. KAI
Nama : Kim Jong In
Hangul :김종인
Hanja :金鐘仁
Nama Panggung : Kai (카이)
Super Power (Badge): Teleportation
Tanggal Lahir : 14 Januari 1994
Tempat Lahir : Seoul, South Korea
Tinggi : 182 cm
Gol. Darah : A
Anggota Keluarga : Ayah, Ibu dan 2 orang kakak
Posisi : Main Dancer, Vocalist, Lead Rapper
Keahlian : Ballet, jazz, hip hop, popping, locking dances
Casting tahun : 2007 di S.M. Youth Best Competition
 Diperkenalkan sebagai EXO : 23 Desember 2011
Fans Name : Teleporters










6. SEHUN
Nama : Oh Se Hoon
Hangul :오세훈
Hanja :吳世勛
Nama Panggung : Se Hun (세훈)
Super Power (Badge): Wind
Tanggal Lahir : 12 April 1994
Tempat Lahir : Seoul, South Korea
Tinggi : 181 cm
Gol. Darah : A
Posisi : Maknae, Lead Dancer, Lead Rapper
Keahlian : Dancing, Acting
Casting tahun : 22008 di SM Casting System
Diperkenalkan sebagai EXO : 10 Januari 2012
Fans Name : WhirlWinds (I'm WhirlWind too ^^)











EXO-M

1. KRIS
Nama : Wu Fi Yan
Nama Panggung : Kris
Super Power (Badge) : Dragon
Tanggal Lahir : 6 November 1990
Tempat Lahir : Guangzhou, China
Tinggi : 188 cm
Posisi : Leader of Exo M , Lead Rapper, Sub-Vocalist
Gol Darah : O
Keahlian : Bahasa (English, Mandarin, Cantonese, Korean) , Basket
Fans Name : Dragon











2. LUHAN
Nama : Xi Lu Han
Nama Panggung : Luhan
Super Power (Badge) : Telekinesis
Tanggal Lahir : Beijing ,China 20 April 1990
Tinggi : 178 cm
Gol Darah : O
Posisi : Lead Vokal of Exo M , Lead Dancer of Exo M
Keahlian : Melukis , Video Game , Computer , Olahraga Air , Badminton , Basket , Sepak Bola , Musik , TV , Jalan Jalan , Bernyanyi , bermain Rubik , FootBal , Nature Sport
Fans Name : Telekinetics (I'm Telekinetic too ^^)







3. XIUMIN
Nama : Kim Min Seok Nama Panggung : Xiu Min
Super Power (Badge) :  Ice/Frost (Snowflake)
Tanggal Lahir : 26 Maret 1990
Tempat Lahir : Korea Selatan
Tinggi : 176 cm
Golongan Darah : B
Posisi : Lead Vokal of Exo M
Keahlian : Menyanyi , Dance , Tekwondo , Kendo
Fans Name : SnowFlakes 









4. LAY
Nama : Zhang Yi Xing Nama Panggung : Lay
Super Power (Badge) : Healing (Unicorn) 
Tanggal Lahir : 7 Oktober 1991
Tempat Lahir :  
Changsa, Hunan, China
Tinggi : 179 cm
Golongan Darah : A
Posisi : vokalist of Exo M , Main Dancer of Exo M
Keahlian : Main Komputer , Guitar , Piano , Dance , master Bahasa China dan korea
Fans Name : Healers






5. CHEN
Nama : Kim Jong Dae
Nama Panggung : Chen
Super Power (Badge) :  Lighting (Scorpion)
Tanggal Lahir : 21 September 1992
Tempat Lahir : Korea Selatan
Tinggi : 178 cm
Golongan Darah : B
Posisi : Main Vokalist of Exo M
Keahlian : Bernyanyi , Piano
Fans Name : Sparks








6. TAO
Nama : Huang Zi Tao
Nama Panggung : Tao
Super Power (Badge) :Time Controller (Hour Glass) 
Tanggal Lahir : 2 Mei 1993
Tempat Lahir :  
Qing Dao, China
Tinggi : 185 cm
Posisi : Main Rapper of Exo M
Keahlian : bernyanyi , Basket , Tarian Pedang
Fans Name : Cronics
 












foto member from : EXO OFFICIAL LINE

Maaf kalo ada kekurangan, mohon komentarnya kalau ada kesalahan ya.. Kamsahmnida yeoreobun ^^

Sabtu, 06 Juli 2013

My Angel

loha semuaaa, baru sempet nge-post lagi nih hehe abis sibuk sama sekolah dan berbagai macam tugas yang kebanyakan ga jelas semua hehe (maap curhat),, kali ini mau post cerpen nih, sebenernya ini cerpen, bukan fanfiction (ff) tapi karena ceritanya tentang angel, yang kebayang cuma wajah tampan nan manis (ceilaah) dari baekhyun exo hehehe jd nama angelnya baekhyun xi (?) kenapa? karena bias aku baekhyun sama luhan, bingung mau ngambil nama yang mana, jadi nama mereka aku gabung, Xi Luhan + Byun Baekhyun = Baekhyun Xi hahahaha maaf kalo ga jelas, kalo ngga suka ga perlu dibaca juga kok hehe ^^ yaudah, happy reading ya guys!! :)
.
.
.

Aku sangat menyukai sosok angel. Ya, angel yang sering digambarkan dalam manga jepang. Sosoknya yang memiliki sayap putih bersih menenangkan. Entah sejak kapan aku mulai menyukai sosok tersebut, yang pastinya belum sama sekali aku jumpai. Segala hal tentang angel pasti aku miliki, mulai dari film anime tentang angel, sampai berbagai aksesoris mengenai sayap putih yang dimiliki angel.
                Pada kehidupan ku sehari-hari sebenarnya aku hanyalah siswi biasa kelas 12 yang tengah menuju universitas seperti pada umunya. Memiliki teman, berbagi cerita bersama, tertawa bersama. Ya, hanya kehidupan biasa seperti itu. Namun, satu hal yang aku tahu pasti aku tak pernah atau bisa dibilang belum pernah merasakan jatuh cinta, aku hanya merasakan jatuh cinta pada sosok angel yang jelas-jelas hanya ada dalam dunia fiksi belaka. Namun, begitulah kenyataannya, aku tak pernah jatuh cinta pada manusia biasa. Tapi, aku tetap senang menjadi diriku yang sekarang ini.
                Hari ini matahari bersinar cerah, menerobos masuk melalui kaca jendelaku, membuatku yang masih setengah terpejam menggeliat kesana kemari untuk menghindari sinar matahari yang menusuk. Sejak hari ini dan 2 minggu kedepannya sekolahku libur. Dan aku pun memang sengaja ingin bangun siang.
Karena matahari yang begitu menusuk mulai membuat tidurku tak nyaman, aku bangun,membuka mata, dan sedikit membuat uapan kecil. Dengan langkah gontai aku berjalan ke kamar mandi, membasuh wajahku dan menyikat bersih gigiku.
                Setelah itu, aku mulai mengoleskan sendiri selai ke atas roti tawar yang tengah aku pegang. Ya, aku melahapnya sendirian ditengah ruang makan yang besar ini. Ah, sendiri lagi, batinku terisak. Ya, setiap harinya memang selalu begini, orang tuaku selalu sibuk dengan pekerjaannya dan yang sudah pasti mereka sudah jalan dari pagi buta tadi. Aku anak tunggal dari keluarga yang menurutku cukup berkecukupan ini, meskipun aku sangat miskin akan kasih sayang dari orang tuaku, aku tetap menjadi anak yang selalu menuruti perintah mereka. Mungkin karena kurangnya perhatian dari mereka, aku mulai menyukai sosok angel, yang selalu digambarkan penuh dengan kehangatan dan kasih sayang. Ah, sudahlah, memang setiap harinya akan selalu begini bukan? Pikirku dalam hati. Aku menarik panjang nafasku yang terasa sesak dan melahap habis roti yang tadi ada ditanganku.
                Setelah mandi dan membersihkan kamarku, aku memutuskan untuk menulis keseharianku disebuah diary yang cukup besar menurutku untuk menumpahkan seluruh emosi, atau masalah yang selalu ku pendam. Terlalu sukanya aku pada sosok angel, aku memberi judul diary itu dengan ‘Angel’.
                Bukan seperti diary pada umumnya yang memulai tulisannya dengan kata ‘Dear diary’, aku memulainya dengan ‘Dear Angel’ dan hari ini aku melanjutkannya dengan menuliskan apa yang kurasakan sejak tadi pagi :
Dear Angel, hhhhh sepertinya setiap hari akan selalu begini ya, Aku kesepian, benar-benar kesepian. Andai kau adalah sosok yang dapat aku sentuh dan jangkau, ku yakin aku takkan pernah melepaskanmu. Sebenarnya, aku lelah berpura-pura tegar seperti ini didepan orang tuaku, teman-teman atau bahkan orang terdekatku, hanya kau angel yang tau segala kepenatanku menjalani kehidupan seperti ini. Aku benar-benar merindukanmu, sosok yang tak pernah aku lihat dan jangkau, hanya satu kata yang selalu ku ucap untukmu “I wish you can be here for me”
Aku sedikit menitikan airmata sebelum menutup rapat buku itu dan memeluknya. Angin lembut di halaman belakang rumah ku menerpa ku hingga membuatku terpejam, dan alhasil aku ketiduran diayunan belakang rumahku.
Tak begitu lama aku terpejam, tiba-tiba aku merasakan ayunan yang tadinya bergerak berhenti seketika, aku merasakan angin yang cukup kencang dari sebelum aku terlelap, masih dalam mata terpejam aku merasakan tangan lembut seseorang membelai pipiku. Aku pun membuka mataku. Dan seketika itu pula aku membelalakan mataku, benar-benar membelalak hingga sepertinya bola mataku ingin keluar dari tempatnya.
Disana, tepat dihadapanku saat ini, aku melihat sosok putih bersih bercahaya, dia seorang namja, bajunya yang putih bersih panjang dengan celana putih pula membalut tubuhnya yang indah. Wajahnya benar-benar bercahaya, tampan, dan begitu menenangkan. Dan yang membuatku terbelalak lebih besar lagi yaitu dia memliki sayap! Sayap putih besar dan bersih benar-benar terpasang di balik punggungnya. Aku berkali-berkali mengucak mataku dan sosok itu tetap masih disana dan menatapku dengan senyum ramah.
Apa ini mimpi? Kalau ini mimpi aku tak mau bangun dan membuka mataku, batinku.
Namun, kemudian sosok itu berkata sambil tersenyum “ini bukan mimpi kok, aku angel yang terpanggil karna suara hatimu yang selalu merintih kesakitan” katanya yang memecahkan lamunanku.
“A.. Apa?” kataku tergagap-gagap karena melihat sosok yang begitu aku cintai. “Bagaimana kau bisaa.. aku kann…” aku tidak bisa meneruskan kata-kataku karena nafasku sangat sesak dan debaran jantungku semakin cepat dan cepat.
Ia hanya sedikit terkekeh kecil dan berkata “karena aku adalah your angel, aku bisa membaca pikiranmu” aku mencubit pipiku dan “aww” aku meringis sakit karena aku mencubitnya dengan kencang, berharap mengetahui bahwa ini nyata, dan ini memang benar-benar nyata.
“la.. lalu kenapa kau bisa.. bisa ada dsini?” kataku masih dalam aksen gagap. Ia kembali tersenyum, senyum yang amat indah. “karena aku sudah tidak betah mengawasimu hanya dari atas sana yang terus-terusan memanggil aku”
Aku masih bingung dengan semua ini. “lalu, kau.. kau akan menemaniku disini? Dibumi ini?”. “tentu saja”  katanya masih memasang senyum diwajahnya. Meskipun aku masih bingung dengan bagaimana kelanjutan kehidupanku setelah ini, aku tetap merasa senang, bahagia, perasaanku saat ini tak bisa terlukiskan oleh apapun.
“lalu aku harus memanggilmu apa?” Kataku sambil mencoba menenangkan diriku yang sedari tadi terengah-engah padahal aku tak habis lari darimanapun.
“oia, aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Baekhyun Xi, kau bisa memanggilku Baekhyun atau Hyunnie” katanya menjelaskan dan menarik lenganku untuk berdiri dari ayunan itu. Baekhyun Xi? Nama yang cukup aneh, pikirku.
“Baekhyun? Kita mau kemana? Apakah orang lain bisa melihatmu?” kataku sambil kebingunan dengan semua ini ditambah lagi ia tiba-tiba menarik tanganku dan seperti mau mengajakku pergi kesuatu tempat.
“ke suatu tempat, ku yakin kau akan senang, orang lain tak bisa melihatku, karna aku angel hanya milikmu” katanya dan kini kami tengah berdiri berhadapan. “peganglah tanganku yang erat” katanya meneruskan dan aku menuruti perintahnya. Kemudian sayap putihnya itu merentang luas, sangat lebar dan begitu indah. “tutup matamu” katanya memerintah kembali, dan aku menurutinya lagi.
Aku merasakan kakiku tak menapak lagi pada rumput hijau dibelakang rumahku. Sepertinya aku terbang, tapi aku tak berani membuka mataku, belum sempat aku mencoba memberanikan diri membuka mataku, tiba-tiba ia berkata “nah sekarang bukalah matamu” aku pun segera menurutinya. Pemandangan menakjubkan berada dihadapanku saat ini. Ia membawaku ke suatu tempat entah dimana, namun aku tahu ini masih dibumi.
“waaahhh, indah” kataku sambil menunjukkan wajah yang sangat senang. Pemandangan yang sungguh menakjubkan. Air danau yang tenang, matahari benar-benar menyinari seluruh permukaannya, namun suasana tetap hangat bukan panas. Burung-burung berterbangan kesanna kemari. Angin yang lembut menerpaku dan juga dirinya. Ah, dia sangat indah. Aku menatapnya dalam, tak ingin melewatkan sedikit pun pancaran indah yang ia miliki.
“terimakasih Hyunnie” kataku sambil tersenyum pada Baekhyun, yang kini sedang duduk disampingku. Ia tersenyum. Aku perhatikan dirinya dari ujung sayapnya hingga seluruh tubuhnya. Sebenarnya ia lebih indah dari pemandangan yang ada dihadapanku. Aku menarik nafasku panjang tanda kebahagiaanku dan menyandarkan kepalaku pada bahunya. Seketika itu juga sayap kanannya melebar, dan menyelimutiku didalam pelukannya. Nyaman. Bisakah aku terus bersamanya? Pikirku dalam hati. Namun tiba-tiba dia menjawab
“Kurasa bisa” Ia tersenyum dan akupun begitu. Benar-benar hal yang sangat membahagiakan, Terimakasih Tuhan, batinku sambil tersenyum. Dan ia pun tersenyum.
Ketika matahari mulai tenggelam, ia kembali membawa ku pulang, dalam pelukan erat tangannya. Seketika itu juga aku sampai dirumah. Dan ia kembali tersenyum. Ah, tanpa senyumnya itupun dia sudah sangat indah.
Dan saat kami telah sampai didalam kamarku. Dia berpamitan untuk kembali ke tempatnya. Namun, aku mencegahnya. Aku benar-benar tak ingin ditinggalkannya. Dia tersenyum dan berkata, “kan besok aku akan kesini lagi”, aku menggeleng, aku benar-benar takut melepasnya dan akhirnya aku berkata “temanilah aku sampai aku tertidur”. Dia tersenyum dan membelai lembut rambut panjang hitam legam milikku.
Dan aku pun bergegas mandi dan membersihkan semuanya. Setelah itu aku menghempaskan diriku di kasur yang terasa begitu nyaman, mungkin karena ada dia disisiku, dia my angel. Sebelum aku benar-benar mengantuk, dia menemaniku sambil bercerita kehidupannya disana. Dia bilang dia tak bisa tidur, karena memang dia diciptakan untuk melindungi manusia-manusia yang ada dibumi. Dia menceritakan berbagai tempat disana, sambil diselingi canda tawa diantara kami. Ah, terasa begitu hangat dan menenangkan. Dan tak terasa aku pun mulai merasa mengantuk dengan memberi tanda uapan kecil.
“sebaiknya kau cepat tidur” katanya tersenyum dan aku menjawab “berjanjilah besok kau akan muncul begitu aku membuka mataku”. Ia tersenyum menandakan ‘iya’. Lalu aku pun mulai terpejam dalam pelukannya. Sayap putihnya merentang membungkusku dalam kehangatan yang ia berikan. Nyaman.
Esok harinya, saat aku berusaha mengumpulkan semua energy setelah bangun dari tidurku yang sangat terasa nyaman, tiba-tiba aku melihat sosok putih tampan sekaligus manis tengah berdiri dihadapanku. Aku sedikit kaget, namun aku tahu dia adalah my angel. Aku pun segera tersenyum dan ia berkata “selamat pagi” sambil tersenyum. Ah, kuharap hal ini takkan pernah berakhir, batinku. Dan ia pun kembali tersenyum, senyum yang tak pernah hilang dari wajah itu. Menandakan kata ‘tentu saja’. Aku pun tersenyum bahagia, benar-benar bahagia.
Sejak itu, setiap harinya ia selalu menemaniku. Kemanapun aku pergi ia selalu ada disisiku. Hanya aku yang bisa melihatnya dan aku semakin jatuh cinta padanya. Ku tahu mungkin kami tak ditakdirkan sebagai sepasang kekasih. Dia hanya angel ku dan aku hanya seseorang yang dilindunginya. Meski sakit saat berpikir begitu, aku tetap senang selama ia masih selalu ada didekatku.
Terkadang, saat kami sedang diperjalanan, ditengah kerumunan orang, dia suka mengajakku bercanda dan mengobrol, dan pada saat itu juga batinku berkata “diam bodoh, kalau aku menyahutimu yang bicara terus-menerus aku akan dianggap gila”. Saat itu juga dia akan menoleh ke arahku dan tersenyum lebar menandakan iya mengerti apa yang kumaksudkan. Dan akupun hanya membalasnya dengan sedikit menyimpulkan senyum, karena jika terlalu lebar mungkin aku benar-benar akan dianggap gila.
Sesampainya dirumah, biasanya kami akan membicarakan kelakuan orang-orang tadi diluar sana, entah saat kita pergi ke perpus, mall, atapun taman bermain. Kami mentertawakan apapun yang kami anggap lucu. Dan terkadang aku pun memarahinya karena terlalu banyak bicara dan membuatku kebingungan saat ingin menjawab perkataannya, karena aku takut dianggap gila.
“Kau harus lebih sedikit mengurangi bicaramu itu, aku takut dianggap gila tau” kataku sambil mempoutkan bibirku. Dia hanya tertawa melihatku memarahinya dan aku kembali mempotkan bibirku. Melihat aku yang sangat kesal,akhirnya dia berhenti tertawa dan berkata “kau sangat manis saat begitu” deg! Jantungku benar-benar hampir berhenti. “aku mengerti, aku mengerti.. iyaa aku akan mengurangi sedikit bicaraku” katanya sambil tersenyum dan membelai lembut rambut hitam legam ku. Aku pun tersenyum dan memeluknya. “Berjanjilah kau akan selalu disini”. Dia hanya membelai kembali rambutku.
Kehidupan ku berjalan sempurna dan sangat indah ditemani olehnya. Entah mengapa, sejak ada dirinya aku merasa hidupku lebih baik. Orangtua ku terkadang menyempatkan waktu untuk sekedar bersenda gurau dengan ku. Setelah beberapa tahun ku lewati dengan tanpa kasih sayang dari mereka, kini mereka mulai memberikan kembali kasih sayang yang dulu pernah ada diantara kami. Ah, mungkin ini semua berkat kamu angel. Terimakasih, batinku berkata sementara tubuhku sedang dipeluk erat oleh kedua orang tuaku. Baekhyun Xi-ku pun menatap ke arahku dan tersenyum. Senyum yang amat indah.
Semua berjalan begitu sempurna, hingga suatu hari..
Kami tengah mengobrol seperti biasa dihalaman belakang rumahku. Ia tertawa ceria dan aku pun tertawa ceria melebihi dirinya. Namun, ditengah-tengah canda tawa kami, wajahnya tiba-tiba terlihat murung. Degh! Entah mengapa nafasku langsung terasa sesak, sangat sesak. Dia kini tertunduk lemas dihadapanku. Kupegang tangannya erat, dan kurasakan tangannya sedikit bergetar.
“Kenapa?” aku pun mulai merasakan sesuatu yang—entah apa namanya—namun sangat membuatku sesak, sangat sesak.
“Maaf” katanya sambil terus menundukan wajahnya. Tes… tiba-tiba satu tetes airmata jatuh dari kelopak matak yang mungil. Entah mengapa, melihat senyumannya hilang begitu saja dari wajahnya membuatku sakit.
Dia yang merasakan airmataku jatuh tepat dipunggung tangannya, menoleh kearahku dan mengusap lembut pipiku yang dialiri air mata. Kupegang erat tangannya yang kini ada dipipiku.
“Maaf, sebenarnya, waktuku bersamamu, hanya sampai sekarang” katanya dengan wajah yang sangat kehilangan keceriaannya. Jantungku hampir berhenti berdetak. Kenapa? Kenapa baru bilang sekarang, batinku berteriak. “Karena aku nggabisa melihat senyumanmu hilang dari wajahmu, pasti jika aku memberitahumu tentang ini, senyuman itu pasti! Pasti akan hilang dari wajahmu”
Aku yang sudah tak sanggup lagi berkata-kata. Hanya bisa membalasnya dalam batinku. engga, kamu harus tetap disini, engga! Aku nggamau kehilanganmu, batinku terisak. Dan kurasakan tangannya yang sedari tadi aku pegang dengan eratnya perlahan hilang dari genggamanku. Aku pun semakin terisak.
Kulihat dirinya semakin pudar dari hadapanku. Aku menangis, benar-benar menumpahkan seluruh airmataku. Ia hanya tersenyum semu dan mencoba mengelus lembut pipiku dengan tangannya yang mulai tak terlihat. Aku benar-benar takbisa berkata ataupun berbuat apa-apa. Mungkin dia pun seperti itu. Ketika dirinya benar-benar hampir menghilang mulutku dengan lemahnya berkata “Aku mencintaimu, my angel..” Dan ketika tangannya sudah benar-benar tak dapat kurasakan lagi, dan dirinya pun menghilang entah kemana, samar-samar aku mendengar “Aku juga.. mencintaimu”
Dan seluruh airmataku pun enar-benar membanjiri wajahku. Aku bertumpu pada kedua lututku karena tak sanggup lagi untuk berdiri, benar-benar tak sanggup.
Setelah beberapa hari berlalu tanpanya, aku malah semakin tak bisa melupakannya. Semua kenangan, kebersamaan, kehangatan yang dulu selalu mengalir dalam benakku. Ku tahu dia masih terus mengawasiku tapi aku menginginkan dia berada disini, disampingku, tertawa bersamaku. Sakit, benar-benar sakit merasakan semua ini.
Hari-hariku berjalan seperti biasa, masih terus menulis dalam buku diary ku. Bahkan, kini aku lebih sering menggambar wajahnya. Dia yang sangat kurindukan. Tak ada satupun hari tanpa airmata bagiku. Aku benar-benar sangat merindukannya. Namun, tiba-tiba angin topan yang lebih besar lagi datang menghampiriku.
Hari ini, pagi yang entah mengapa tidak begitu menyenangkan. Entah mengapa firasatku buruk sejak tadi aku membuka mata. Dan tiba-tiba ada telepon masuk, akupun segera berlari keruang tengah dimana sumber bunyi bordering. Aku mengangkat telepon, dan jantungku pun hampir kembali berhenti berdetak. Ayahku, kecelakaan.
Aku berlari mungkin setengah terbang menyusuri koridor-koridor rumah sakit. Dan tak jauh disana aku melihat ibuku yang tengah menangis didepan pintu yang bertuliskan UGD. Aku segera berlari dan memeluk ibuku. Hanya hati kami yang sama-sama berkata “semoga ayah akan baik-baik saja”
Namun, setelah cukup lama kami menunggu dan menitikan airmata. Dokter dari ruang itu keluar dengan banyak peluh didahinya, dokter itu pun menggeleng, tanda hal yang sangat buruk menimpa kami. “sabar ya bu, nak” kata dokter itu sambil menepuk pundakku . Aku dan ibuku pun menangis dan menumpahkan seluruh airmata.
Harum bunga memenuhi ruangan didalam rumahku. Tak kusangka semua ini bisa terjadi padaku. Aku yang belum bisa sepenuhnya melupakan sakit yang kuterima saat dia pergi, kini kembali tergores benda yang sangat tajam karena harus kehilangan dua hal yang sangat berarti bagiku. Hatiku benar-benar sakit, sangat sakit, melebihi penyakit apapun.
Setelah mengikuti seluruh prosesi pemakaman, aku dan ibuku kembali kerumah. Masih dengan genangan airmata yang tak terbendung. Setelah beberapa minggu kami lewati dengan mencoba ntuk tegar, aku dan ibuku mulai kembali beraktifitas. Hanya saja luka dihatiku takkan sembuh. Aku masih terus menitikan airmata sementara tanganku melukiskan wajah dan sayapnya yang sangat indah.
Hingga suatu hari..
Aku yang masih belum bisa melupakannya dan masih sangat merindukannya. Memeluk erat buku diary ku— yang dipenuhi oleh gambaran wajahnya— didalam kamarku. Tiba-tiba aku merasakan cahaya masuk melewati kaca jendelaku yang mengarah ke halaman belakangku. Cahaya itu sangat terang namun hanya sesaat menerobos masuk kekamarku dan kembali redup. Apakah dia? Batinku bergetar. Aku berlari sambil memeluk buku diary ku ke halaman belakang. Dan sungguh hal yang sangat tak mungkin.
Disana, tepat dihadapanku, aku melihat sosok yang begitu aku rindukan, sangat. Dia, yang masih memakai pakaian putihnya berdiri tegap dihadapanku. Namun, satu hal lagi yang membuatku sungguh sangat tak percaya, dia tidak memiliki sayap. Tanpa sadar aku menjatuhkan buku diary ku dan segera berlari hingga aku dapat memeluknya. Airmataku tumpah dibajunya yang sangat putih. Tubuhnya yang dulu menghilang kini bisa kembali aku peluk dengan eratnya. Kubiarkan semua kerinduanku tumpah begitu saja didekapannya. Dan kubiarkan kehangatan ini mengalir, meski banyak pertanyaan yang berputar dikepalaku. Setelah cukup lama kami terdiam dalam dekapan yang sangat hangat, aku melepaskan pelukanku. Dan mulai menumpahkan seluruh pertanyaanku.
“Kamu? Kok…?” aku yang bingung harus memulai darimana, hanya bisa mengucapkan hal itu. Dan ia pun tersenyum, senyum yang sangat kurindukan.
“aku melawan takdir” mataku kini benar-benar membulat sempurna. Dia meneruskan kata-katanya “aku tak tahan melihatmu menangis terus-menerus, aku sakit melihatmu sakit dan terus memanggil namaku” dia terdiam sesaat dan kurasakan dia menarik nafasnya dalam. “jadi aku memohon pada king of angel untuk membiarkanku hidup bersamamu. Dia bisa mengabulkannya, tapi dengan syarat aku akan menjadi manusia seutuhnya dan takkan pernah kembali kesana” katanya sambil kembali memelukku dengan erat.
“Aku tahu kau mencintaiku bukan lg sebagai angel tapi sebagai kekasih sejak kita bertemu dan menghabiskan waktu bersama, aku tahu semua perasaanmu, dan hal yang tak dapat aku ingkari, aku juga sangat mencintaimu, bahkan sejak sebelum aku turun kebumi” dan kurasakan lengannya semakin erat memelukku. “awalnya aku masih dapat menahan semua perasaanku meski terus merasakan sakit melihatmu terus-menerus darisana dan hanya bisa melihatmu, hingga sekarang aku sudah tidak dapat menahannya dan kuputuskan untuk melawan takdirku sebagai angel, untuk hidup bersamamu” dan aku pun membalas pelukannya.
Kami hanya kembali terdiam dalam dekapan penuh rasa rindu dan kasih sayang. Dan perlahan aku pun berkata “terimakasih, aku sangat mencintaimu” dan kurasakan dia sedikit merenggangkan dekapannya. Kini mata kami beratatap saling bertemu dan mengunci pandangannya. “Nado, saranghamnida” wajahnya mulai mendekatiku, kurasakan bibirnya yang hangat dan lembut menyentuh bibirku. Kecupan yang sangat hangat, tanpa nafsu, hanya rasa rindu yang tak terbendung mengalir diantaranya.
Buku diary ku yang tadi terjatuh terbuka pada sebuah halaman. Disana, dikertas putih itu tergambar wajahnya yang sedang tersenyum sangat indah dengan sayapnya yang benar-benar putih membentang luas. Dengan satu kalimat tulisan tangan ku dibawahnya,
I’ll always love you, my angel..
.
.
.
gimana guys? hope you like it yaaa hehe, maaf kalo ceritanya fiksi banget, ini cerita fiksi pertama ku, jadi maaf kalo rada ngga jelas hehe, jangan lupa komentarnya yaa.. kamsahamnida ^^